Beranda » EWS » EWS Gunung Anak Krakatau & Tsunami Vulkanik | Kartanagari

EWS Gunung Anak Krakatau & Tsunami Vulkanik | Kartanagari

  • account_circle
  • calendar_month 6/09/2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • label EWS

Sistem Peringatan Dini Terpadu Erupsi Gunung Anak Krakatau

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menyimpan potensi ancaman ganda bagi kawasan pesisir Banten dan Lampung yaitu lontaran material erupsi serta risiko tsunami akibat runtuhan tubuh lereng (flank collapse) ke laut.Oleh karena itu mitigasi risiko di wilayah perairan Selat Sunda memerlukan integrasi teknologi pemantauan darat dan laut secara waktu nyata (real-time).

stasiun pulau dan lingkar luar krakatau

stasiun pulau dan lingkar luar krakatau

Guna menjawab kebutuhan tersebut , Kartanagari menghadirkan arsitektur Integrated Volcanic & Marine Early Warning System (IVM-EWS). Sistem ini dirancang untuk membaca anomali getaran seismik, deformasi tubuh gunung, hingga fluktuasi muka air laut secara simultan, yang kemudian mentransmisikannya ke pusat komando serta mengaktifkan sirene evakuasi secara otomatis.

pasang ews gunung anak krakatau

pasang ews gunung anak krakatau

Arsitektur Sistem Terintegrasi

  • Pemantauan Multiparimeter

    Menggabungkan pembacaan seismometer broadband, sensor infrasonik udara, kamera termal termutakhir, tiltmeter deformasi lereng, dan radar muka air laut pesisir.

  • Transmisi Data Redundan

    Menjamin data parameter terkirim tanpa jeda melalui kombinasi jaringan satelit Iridium dan frekuensi radio VHF/UHF, bahkan ketika jaringan seluler darat putus.

  • Aktivasi Multi-Platform Cepat

    Mengirimkan perintah peringatan otomatis ke menara sirene pesisir, notifikasi radio darurat, serta dashboard pemantauan BNPB/BPBD dalam hitungan detik setelah ambang batas bahaya terlampaui.

Spesifikasi EWS KN 400

Modul Komponen Spesifikasi Teknis
Seismik & Akustik -Broadband Seismometer -3-Component, rentang frekuensi 0.033 Hz – 50 Hz, sensitivitas tinggi getaran tremor vulkanik
-Sensor Infrasound -Frekuensi respons 0.1 Hz – 20 Hz, mendeteksi gelombang kejut ledakan kawah
Deformasi & Visual -Dual-Axis Tiltmeter -Resolusi < 0.1 µrad, tahan korosi gas belerang tinggi
-Kamera PTZ Termal -Sensor radiometrik 640×512, optical zoom 30x, casing berstandar IP68
Pemantauan Air Laut -Non-Contact Tide Radar -Jarak ukur hingga 35 meter, akurasi ±2 mm, mendeteksi anomali gelombang tsunami
Daya & Ketahanan -Power Unit -Solar Panel 2x 150W monocrystalline + Baterai LiFePO4 12V 100Ah, otonomi 7 hari tanpa matahari
Komunikasi Data -Telemetri -Modul Iridium Satellite SBD, Radio IP Link 5.8 GHz, fallback 4G LTE/GSM
Output Peringatan -Coastal Siren Horn -Radius jangkauan suara hingga 2 km (120 dB @ 30m), aktivasi otomatis trigger pusat

Topologi Jaringan Pemantauan Selat Sunda

Struktur topologi dibagi menjadi tiga zona pertahanan (ring) untuk mengatasi blind spot akibat kelengkungan bumi, halangan pulau, dan cuaca ekstrem laut:

1. Stasiun Pulau & Lingkar Luar Krakatau (Deteksi Primer) 

  • Titik Penempatan

    Pulau Rakata / Sertung / Panjang (menghadap langsung ke tubuh Anak Krakatau).

  • Fungsi

    Pembacaan sensor seismik broadband, tiltmeter deformasi lereng, dan kamera termal jarak jauh tanpa menempatkan modul langsung di zona bahaya letusan kawah.

  • Jalur Komunikasi

    Radio Telemetri Point-to-Point (PtP) frekuensi 5.8 GHz directional langsung menuju pesisir daratan utama, dilengkapi modul Satellite Iridium SBD sebagai failover otomatis jika transmisi radio terhalang asap pekat vulkanik.

2. Stasiun Pesisir Pantai (Verifikasi & Validasi Gelombang)

  • Titik Penempatan Banten

    Labuan, Carita, Anyer, dan Sumur.

  • Titik Penempatan Lampung

    Kalianda, Rajabasa, Bakauheni, dan Pulau Sebesi.

  • Fungsi

    Sensor Water Level Radar (pasut laut non-kontak) di dermaga/jetty pelabuhan untuk memverifikasi ada/tidaknya perubahan muka air abnormal pasca-letusan besar.

  • Jalur Komunikasi

    Jaringan seluler industri 4G/LTE dengan enkripsi VPN, ditambah Radio VHF Data Link untuk cadangan komunikasi lokal antarpos.

3. Menara Sirene Evakuasi & Pusat Komando (Diseminasi)

  • Titik Penempatan

    Pemukiman padat pantai, kawasan wisata Anyer-Carita, pelabuhan penyeberangan, serta ruang kendali BPBD Kabupaten/Provinsi.

  • Fungsi

    Klaster sirene bertenaga surya mandiri dengan jangkauan akustik melingkar, menerima pemicu (trigger) aktivasi dari pusat kendali atau otomatis dari Ring 2.

  • Aktivasi

    Sinyal radio VHF audio alert, push notification berbasis REST API ke dashboard BPBD, serta integrasi radio komunitas (RAPI/ORARI).

Skema Alur Sinyal dan Redundansi

[Ring 1: Pulau Rakata/Sertung]
    │  (Sensor Seismik, Termal, Tiltmeter)
    ├── Primary: Radio Link 5.8 GHz Directional ─────────────┐
    └── Failover: Iridium Satellite SBD ─────────────────────┤
                                                             ▼
                                                [Gateway Pesisir & Cloud Server]
                                                             ▲
[Ring 2: Sensor Radar Pasut Pesisir]                         │
    │  (Deteksi Anomali Tinggi Air Laut)                     │
    └── 4G LTE Industrial VPN / Radio VHF ───────────────────┘
                                                             │
                                          Trigger Analisis & Batas Bahaya
                                                             │
                                                             ▼
                                                [Ring 3: Output Mitigasi]
                                                • Sirine Pesisir (Aktivasi Otomatis)
                                                • Dashboard Monitoring BPBD

Pertimbangan Teknis Lapangan

  • Ketahanan Material Pulau (Ring 1)

    Mengingat paparan abu vulkanik asam tinggi dan gas belerang, boks kontrol wajib menggunakan enclosure stainless steel grade SS316 atau polimer polikarbonat berperingkat IP67/IP68 dengan mekanisme pembersih lensa kamera otomatis (wiper system).

  • Daya Mandiri

    Panel surya dipasang dengan sudut kemiringan minimal 15° agar abu vulkanik mudah luruh terbawa air hujan, didukung bank daya LiFePO4 yang sanggup beroperasi otonom tanpa sinar matahari hingga 7 hari kerja.

 

menara evakuasi diseminasi

menara evakuasi diseminasi

Kami menyediakan paket pembustan sistem ini

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

CTA SectionSiap Meningkatkan Bisnis Anda Bersama Kami?

Jangan tunda lagi, mari wujudkan solusi engineering dan teknologi untuk bisnis Anda. Hubungi tim kami hari ini dan mulailah perjalanan menuju kesuksesan bersama .Silahkan untuk berdiskusi dan Konsultasi GRATIS dengan kami

Kontak Kami
error: Content is protected !!
expand_less